Langsung ke konten utama

Misinformasi dan Disinformasi

Misinformasi adalah Informasi yang salah, namun orang yang membagikannya percaya bahwa informasi tersebut benar. Sedangkan, Disinformasi adalah Informasi yang salah, namun orang yang membagikannya tahu bahwa informasi tersebut salah. Hal tersebut bisa jadi di sengaja.
Adapun ada 7 macam disinformasi :
  1. Satire/ parodi
  2. Konten menyesatkan/ misleading
  3. Konten aspal
  4. Konten pabrikasi
  5. Tidak nyambung
  6. Salah konteks
  7. Konten manipulatif
Salah satu sumber informasi palsu dan menyesatkan adalah situs abal-abal yang memproduksi informasi semata-mata hanya demi uang.
8 Tips untuk mengidentifikasi situs abal-abal:
  • Cek alamat situsnya
  • Cek detail visual
  • Waspada jika terlalu banyak iklan
  • Bandingkan ciri-ciri pakem media mainstream
  • Check about it/tentang kami
  • Waspada judul sensasional
  • Cek berita ke situs mainstream
  • Cek google reserve image pada foto utama
Tools yang bisa dipakai untuk memverifikasi konten:
  1. http://www.who.is
  2. Google reserve image
  3. Jeffrey’s image metadata viewer
  4. Ceosearch tool
  5. Inteltechiqves.com
  6. Digital Hygine
  • Howsecureismypassword.NET
  • HAVEIBEENPWNED.Com (Cek email jika di bobol)
  • Browsercheck.Qualys.com

Sekian terima kasih. Apabila ada kesalahan ataupun kekurangan mohon di maafkan. Semoga dapat bermanfaat.

Semoga Bermanfaat *_*
Wassalamualaikum Wr Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LIPUTAN BERITA

Assalamualaikum wr wb. Setelah kemarin membahas mengenai ragam bhasa jurnalistik, sekarang kita lanjut ke pembahasan seputar liputan berita, wawancara, dan persiapannya. Liputan berita yaitu dilakukan dengan cara melakukan observasi dan wawancara secara langsung pada peristiwa yang akan di laporkan. Hal ini dapat dilakukan untuk berita yang sudah di duga atau terjadwal. Wawancara atau interview adalah cara menggali informasi melalui percakapan antara wartawan dengan dengan seseorang yang menjadi sumber berita (narasumber). Wawancara tidak dapat dilakukan dengan sembarang orang atau bukan sebagai narasumber. Adapun jenis-jenis wawancara sebagai berikut: Faktual news interview: Wawancara dengan sumber berita yang memiliki otoritas atau mengetahui dengan persis suatu peristiwa atau permasalahan tersebut yang hendak di beritakan. Casual interview: Wawancara yang tidak janjian gerlebih dahulu dengan narasumber. Group interview: Jumpa pers, yaitu ...

Pers?

Pers?   Jurnalisme (jur.nal.is.me /jurnalismê/) berasal dari kata journal yang memiliki arti yaitu catatan sehari-hari. Selain itu, kata jurnalisme biasa disebut dengan “Pers” dan kata Pers sendiri berasal dari kata serapan dalam bahasa inggris yaitu “Press”. Ada beberapa pengertian dari kata Pers itu sendiri: Dalam artian sempit, pers berarti media cetak. Dengan adanya media cetak, penyebaran informasi atau berita dapat berkembang secara pesat. Media cetak ini meliputi surat kabar dan juga majalah. Dalam artian luas, pers yaitu sebuah media massa yang dimana memiliki badan hukum dan juga terbatas hanya media cetak saja, misalnya Laman portal berita daring, Radio maupun televisi. Ketika ada berita, selalu ada pula informasi. Ketika melihat dari dua kata tersebut, pasti kita lihat kalau kata tersebut memiliki arti yang sama. Dan ternyata dua kalimat itu tidak sama artinya meskipun berita ruang lingkupnya mengandung unsur informasi dan tidak semua informasi itu ...

RAGAM BAHASA JURNALISTIK

Assalamualaikum wr wb. Pada pembahasan kali saya akan mengulas sedikit tentang apa yang telah disampaikan oleh bu Artika. Berita tidak sama dengan karya tertulis lain seperti novel atau cerita pendek. Ragam bahasa jurnalistik yaitu: 1. Menaati aturan ejaan yang berlaku (EYD). 2. ‎ Menaati kaidah tata bahasa Indonesia yang berlaku. 3. ‎ Tidak meninggalkan prefiks me- dan prefiks ber- , kecuali judul berita. 4. ‎ Menggunakan kalimat pendek dan lengkap, subjek, predikat, objek (SPO). 5. Menggunakan kalimat logis. Satu kalimat hanya berisi 1 gagasan. 6. ‎ 1 paragraf hanya terdiri dari 2 atau 3 buah kalimat. Kesatuan dan kepaduan antar kalimat harus terpelihara. 7. ‎ Menggunakan bentuk aktif pada kata atau kalimat. Bentuk kalimat pasif hanya digunakan kalau memang perlu. Begitu juga dengan kata sifat yang dibatasi pemakaiannya. 8. ‎ Kata-kata mubazir, seperti adalah, merupakan, dari, daripada, dsb, dibatas penggunaannya. 9. ‎ Kalimat aktif dan pasif tidak dicampuradukkan...