Assalamualaikum wr wb.
Setelah kemarin membahas
mengenai ragam bhasa jurnalistik, sekarang kita lanjut ke pembahasan seputar
liputan berita, wawancara, dan persiapannya.
Liputan berita yaitu dilakukan dengan cara melakukan observasi dan
wawancara secara langsung pada peristiwa yang akan di laporkan. Hal ini dapat
dilakukan untuk berita yang sudah di duga atau terjadwal.
Wawancara atau interview adalah cara menggali informasi melalui percakapan antara wartawan dengan dengan seseorang yang menjadi sumber berita (narasumber). Wawancara tidak dapat dilakukan dengan sembarang orang atau bukan sebagai narasumber.
Wawancara atau interview adalah cara menggali informasi melalui percakapan antara wartawan dengan dengan seseorang yang menjadi sumber berita (narasumber). Wawancara tidak dapat dilakukan dengan sembarang orang atau bukan sebagai narasumber.
Adapun
jenis-jenis wawancara sebagai berikut:
- Faktual news interview: Wawancara dengan sumber berita yang memiliki otoritas atau mengetahui dengan persis suatu peristiwa atau permasalahan tersebut yang hendak di beritakan.
- Casual interview: Wawancara yang tidak janjian gerlebih dahulu dengan narasumber.
- Group interview: Jumpa pers, yaitu sejumlah wartawan dari berbagai media massa.
- Personalitas interview: Tujuan khususnya, yaitu biasanya penulisan profil, lebih eksklusif.
Persiapan
yang harus dilakukan sebelum wawancara yaitu:
- Menyusun pertanyaan mengenai permasalahan yang akan di tanyakan secara runtut.
- Memastikan bahwa sumber berita benar-benar menguasai permasalahan yang akan ditanyakan.
- Membuat janjian terlebih dahulu dengan sumber berita untuk memastikan waktu dan permasalahannya.
- Apabila diminta, wartawan bisa memberikan daftar pertanyaan terlebih dahulu.
- Persiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk mencatat.
Bagaimana
cara wawancara dengan narasumber dengan baik?
- Cek terlebih dahulu perjanjian yang sudah dibuat dengan narasumber.
- Bersikap sopan & memperkenalkan diri terlebih dahulu.
- Ajukan pertanyaan secara ringkas, jelas, dan to the point.
- Apabila sumber berita terkesan berusaha menutupi informasi, ajukan pertanyaan yang tidak langsung.
- Jangan memcecar sumber berita dengan pertanyaan. Dengarkan terlebih dahulu jawaban dari pertanyaan sebelumnya.
- Membuat suasana santai. Jangan mengeluarkan notes, alat perekam, dll tanpa terlebih dahulu meminta izin.
- Cara terbaik: Tidak mencatat selama wawancara, Namun berusaha mengingat isi pembicaraan, dan setelah selesai wawancara, baru menuliskan catatannya, yaitu dengan mencatat bagian yang penting.
- Berusaha untuk menjaga agar tidak keluar dari masalah.
- Tidak mengajukan pertanyaan yang klise/retoris.
- Apabila akan mengalihkan percakapan ke permasalahan yang berbeda, memintalah izin terlebih dahulu untuk pindah topik.
- Menjaga/ melindungi kerahasiaan identitas sumber berita yang ideal adalah sumber berita mau disebutkan identitasnya dengan jelas. Namun, apabila sumber berita keberatan, maka jangan disebutkan identitasnya.
- Wartawan harus menghormati permintaan untuk off the record ( tidak boleh direkam ), dimana informasi yang diberikan oleh sumber berita hanya boleh diketahui oleh wartawan & redaktur, Namun tidak boleh dimuat didalam berita di media massa.
- Apabila akan mengakhiri wawancara, ucapkan terima kasih dan mintalah kesediaan sumber berita untuk dihubungi lagi pada kesempatan lain.
Wassalamualaikum Wr Wb.
Komentar
Posting Komentar