Langsung ke konten utama

LIPUTAN BERITA


Assalamualaikum wr wb.
Setelah kemarin membahas mengenai ragam bhasa jurnalistik, sekarang kita lanjut ke pembahasan seputar liputan berita, wawancara, dan persiapannya.

Liputan berita yaitu dilakukan dengan cara melakukan observasi dan wawancara secara langsung pada peristiwa yang akan di laporkan. Hal ini dapat dilakukan untuk berita yang sudah di duga atau terjadwal.

Wawancara atau interview adalah cara menggali informasi melalui percakapan antara wartawan dengan dengan seseorang yang menjadi sumber berita (narasumber). Wawancara tidak dapat dilakukan dengan sembarang orang atau bukan sebagai narasumber.
Adapun jenis-jenis wawancara sebagai berikut:
  1. Faktual news interview: Wawancara dengan sumber berita yang memiliki otoritas atau mengetahui dengan persis suatu peristiwa atau permasalahan tersebut yang hendak di beritakan.
  2. Casual interview: Wawancara yang tidak janjian gerlebih dahulu dengan narasumber.
  3. Group interview: Jumpa pers, yaitu sejumlah wartawan dari berbagai media massa.
  4. Personalitas interview: Tujuan khususnya, yaitu biasanya penulisan profil, lebih eksklusif.
Persiapan yang harus dilakukan sebelum wawancara yaitu:
  1. Menyusun pertanyaan mengenai permasalahan yang akan di tanyakan secara runtut.
  2. Memastikan bahwa sumber berita benar-benar menguasai permasalahan yang akan ditanyakan.
  3. Membuat janjian terlebih dahulu dengan sumber berita untuk memastikan waktu dan permasalahannya.
  4. Apabila diminta, wartawan bisa memberikan daftar pertanyaan terlebih dahulu.
  5. Persiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk mencatat.
Bagaimana cara wawancara dengan narasumber dengan baik?
  1. Cek terlebih dahulu perjanjian  yang sudah dibuat dengan narasumber.
  2. Bersikap sopan & memperkenalkan diri terlebih dahulu.
  3. Ajukan pertanyaan secara ringkas, jelas, dan to the point.
  4. Apabila sumber berita terkesan berusaha menutupi informasi, ajukan pertanyaan yang tidak langsung.
  5. Jangan memcecar sumber berita dengan pertanyaan. Dengarkan terlebih dahulu jawaban dari pertanyaan sebelumnya.
  6. Membuat suasana santai. Jangan mengeluarkan notes, alat perekam, dll tanpa terlebih dahulu meminta izin.
  7. Cara terbaik: Tidak mencatat selama wawancara, Namun berusaha mengingat isi pembicaraan, dan setelah selesai wawancara, baru menuliskan catatannya, yaitu dengan mencatat bagian yang penting.
  8. Berusaha untuk menjaga agar tidak keluar dari masalah.
  9. Tidak mengajukan pertanyaan yang klise/retoris.
  10. Apabila akan mengalihkan percakapan ke permasalahan yang berbeda, memintalah izin terlebih dahulu untuk pindah topik.
  11. Menjaga/ melindungi kerahasiaan identitas sumber berita yang ideal adalah sumber berita mau disebutkan identitasnya dengan jelas. Namun, apabila sumber berita keberatan, maka jangan disebutkan identitasnya.
  12. Wartawan harus menghormati permintaan untuk off the record ( tidak boleh direkam ), dimana informasi yang diberikan oleh sumber berita hanya boleh diketahui oleh wartawan & redaktur, Namun tidak boleh dimuat didalam berita di media massa.
  13. Apabila akan mengakhiri wawancara, ucapkan terima kasih dan mintalah kesediaan sumber berita untuk dihubungi lagi pada kesempatan lain.

Wassalamualaikum Wr Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pers?

Pers?   Jurnalisme (jur.nal.is.me /jurnalismê/) berasal dari kata journal yang memiliki arti yaitu catatan sehari-hari. Selain itu, kata jurnalisme biasa disebut dengan “Pers” dan kata Pers sendiri berasal dari kata serapan dalam bahasa inggris yaitu “Press”. Ada beberapa pengertian dari kata Pers itu sendiri: Dalam artian sempit, pers berarti media cetak. Dengan adanya media cetak, penyebaran informasi atau berita dapat berkembang secara pesat. Media cetak ini meliputi surat kabar dan juga majalah. Dalam artian luas, pers yaitu sebuah media massa yang dimana memiliki badan hukum dan juga terbatas hanya media cetak saja, misalnya Laman portal berita daring, Radio maupun televisi. Ketika ada berita, selalu ada pula informasi. Ketika melihat dari dua kata tersebut, pasti kita lihat kalau kata tersebut memiliki arti yang sama. Dan ternyata dua kalimat itu tidak sama artinya meskipun berita ruang lingkupnya mengandung unsur informasi dan tidak semua informasi itu ...

RAGAM BAHASA JURNALISTIK

Assalamualaikum wr wb. Pada pembahasan kali saya akan mengulas sedikit tentang apa yang telah disampaikan oleh bu Artika. Berita tidak sama dengan karya tertulis lain seperti novel atau cerita pendek. Ragam bahasa jurnalistik yaitu: 1. Menaati aturan ejaan yang berlaku (EYD). 2. ‎ Menaati kaidah tata bahasa Indonesia yang berlaku. 3. ‎ Tidak meninggalkan prefiks me- dan prefiks ber- , kecuali judul berita. 4. ‎ Menggunakan kalimat pendek dan lengkap, subjek, predikat, objek (SPO). 5. Menggunakan kalimat logis. Satu kalimat hanya berisi 1 gagasan. 6. ‎ 1 paragraf hanya terdiri dari 2 atau 3 buah kalimat. Kesatuan dan kepaduan antar kalimat harus terpelihara. 7. ‎ Menggunakan bentuk aktif pada kata atau kalimat. Bentuk kalimat pasif hanya digunakan kalau memang perlu. Begitu juga dengan kata sifat yang dibatasi pemakaiannya. 8. ‎ Kata-kata mubazir, seperti adalah, merupakan, dari, daripada, dsb, dibatas penggunaannya. 9. ‎ Kalimat aktif dan pasif tidak dicampuradukkan...