Langsung ke konten utama

Perbedaan Pers dengan Media Sosial


Assalamu'alaikum Wr. Wb..

Pada pertemuan kali ini Bu Artika Kali membahas tentang perbedaan pers dengan media sosial. 

Pers(media massa) adalah berita yang terferivikasi, sedangkan media sosial adalah berupa berita, apa saja yang bisa diobrolkan.

Adapun macam-macam dari pers yaitu;
  1. Pers berkualitas : Dikelola secara konseptual dan profesional walaupun orientasi bisnisnya tetap komersial. Mereka menyajikan berita secara etis, moralis, dan intelektual.
  2. Pers populer : Sesuai dengan selera zaman, cepat berubah-ubah, sederhana, tegas, lugas, dan lain-lain.
  3. Pers kuning : Mengutamakan judul sensasional dan ekspos berita yang cabul dan kriminal.
Menggunakan pendekatan SCC (Sex Conflict Crime), opini dan fakta sering disatukan, dibaurkan, dikaburkan.
Berdasarkan sirkulasi :
  1. Pers Komunitas
  2. Pers Lokal
  3. Pers Nasional
  4. Pers Internasional
Berdasarkan sifat kejadian:
a. berita yang diduga (peringatan hari besar, peristiwa yang sudah di jadwalkan).
b. berita yang tidak diduga (dimana suatu peristiwa terjadi secara insidental dan wartawan memperoleh petunjuk (lead/tip off) dari berbagai sumber di masyarakat.

Berdasarkan soal/topik yang di cakup:
biasanya berita ini di dalam penerbitannya di kelompokkan ke dalam berbagai rubrik di hal tertentu. politik, ekonomi, sosial, budaya, kriminal, olahraga, pendidikan.

Berdasarkan jarak kejadian dan publikasi :
berita internasional, berita nasional, berita regional, berita lokal.

Berdasarkan isi berita:
  • Straight news/hard news
  • Feature
  • Soft news
prinsip inti jurnalisme:
  • Kewajiban pertama: kebenaran
  • Loyalitas pertama jurnalisme kepada warga masyarakat
  • Inti jurnalisme: disiplin untuk melakukan verifikasi
  • Para wartawan harus memiliki kebebasan dari sumber yang diliput
  • Wartawan harus mengemban tugas sebagai pemantau yang bebes terhadap kekuasaan
  • Harus menyediakan forum untuk kritik dan komentar publik
  • Harus membuat yang penting menjadi menarik dan relevan
  • Wartawan harus menjaga agar berita itu proporsional


    Dibawah ini merupakan tabel perbedaan pers dengan media sosial

  • No
    Hasil Output
    Berita
    Info
    1
    Cara produksi
    Kompetensi wartawan
    Komunikasi siapa saja
    2
    Kerja
    Tim Redaksi, ada standarisasi
    Individual
    3
    Tanggung jawab
    Pertanggung jawaban “air terjun”
    Tidak ada
    4
    Batasan
    Kode etik jurnalistik
    Tidak ada
    5
    Pengelola
    Badan hukum
    Bebas, memanfaatkan kemudahan teknologi




Komentar

Postingan populer dari blog ini

LIPUTAN BERITA

Assalamualaikum wr wb. Setelah kemarin membahas mengenai ragam bhasa jurnalistik, sekarang kita lanjut ke pembahasan seputar liputan berita, wawancara, dan persiapannya. Liputan berita yaitu dilakukan dengan cara melakukan observasi dan wawancara secara langsung pada peristiwa yang akan di laporkan. Hal ini dapat dilakukan untuk berita yang sudah di duga atau terjadwal. Wawancara atau interview adalah cara menggali informasi melalui percakapan antara wartawan dengan dengan seseorang yang menjadi sumber berita (narasumber). Wawancara tidak dapat dilakukan dengan sembarang orang atau bukan sebagai narasumber. Adapun jenis-jenis wawancara sebagai berikut: Faktual news interview: Wawancara dengan sumber berita yang memiliki otoritas atau mengetahui dengan persis suatu peristiwa atau permasalahan tersebut yang hendak di beritakan. Casual interview: Wawancara yang tidak janjian gerlebih dahulu dengan narasumber. Group interview: Jumpa pers, yaitu ...

Pers?

Pers?   Jurnalisme (jur.nal.is.me /jurnalismê/) berasal dari kata journal yang memiliki arti yaitu catatan sehari-hari. Selain itu, kata jurnalisme biasa disebut dengan “Pers” dan kata Pers sendiri berasal dari kata serapan dalam bahasa inggris yaitu “Press”. Ada beberapa pengertian dari kata Pers itu sendiri: Dalam artian sempit, pers berarti media cetak. Dengan adanya media cetak, penyebaran informasi atau berita dapat berkembang secara pesat. Media cetak ini meliputi surat kabar dan juga majalah. Dalam artian luas, pers yaitu sebuah media massa yang dimana memiliki badan hukum dan juga terbatas hanya media cetak saja, misalnya Laman portal berita daring, Radio maupun televisi. Ketika ada berita, selalu ada pula informasi. Ketika melihat dari dua kata tersebut, pasti kita lihat kalau kata tersebut memiliki arti yang sama. Dan ternyata dua kalimat itu tidak sama artinya meskipun berita ruang lingkupnya mengandung unsur informasi dan tidak semua informasi itu ...

RAGAM BAHASA JURNALISTIK

Assalamualaikum wr wb. Pada pembahasan kali saya akan mengulas sedikit tentang apa yang telah disampaikan oleh bu Artika. Berita tidak sama dengan karya tertulis lain seperti novel atau cerita pendek. Ragam bahasa jurnalistik yaitu: 1. Menaati aturan ejaan yang berlaku (EYD). 2. ‎ Menaati kaidah tata bahasa Indonesia yang berlaku. 3. ‎ Tidak meninggalkan prefiks me- dan prefiks ber- , kecuali judul berita. 4. ‎ Menggunakan kalimat pendek dan lengkap, subjek, predikat, objek (SPO). 5. Menggunakan kalimat logis. Satu kalimat hanya berisi 1 gagasan. 6. ‎ 1 paragraf hanya terdiri dari 2 atau 3 buah kalimat. Kesatuan dan kepaduan antar kalimat harus terpelihara. 7. ‎ Menggunakan bentuk aktif pada kata atau kalimat. Bentuk kalimat pasif hanya digunakan kalau memang perlu. Begitu juga dengan kata sifat yang dibatasi pemakaiannya. 8. ‎ Kata-kata mubazir, seperti adalah, merupakan, dari, daripada, dsb, dibatas penggunaannya. 9. ‎ Kalimat aktif dan pasif tidak dicampuradukkan...