Langsung ke konten utama

Menemukan Hard News, Soft News dan Feature

Assalamualaikum wr wb.
Pembahasan pertemuan perkuliahan kali ini yaitu mencari news value atau nilai berita (hard news, soft news, dan feature) pada koran Surya yang terbit pada tanggal 19 Maret 2018.

1. Hard News (Berita Keras) : Atap RSAL Mendadak Roboh
  • Significant (penting) : Atap paviliun saraf RSAL Dr Ramelan, Surabaya terbuat dari galvalum ambruk.
  • Mangnitude (besar) : Dalam peristiwa tersebut terdapat kerugian yang besar dan pasien yang dirawat di paviliun saraf sebanyak 4 orang mengalami luka ringan.
  • Timeless (waktu) :Peristiwa ini terjadi pada tanggal 18 Maret 2018 sekitar pukul 08.25 WIB dan terdapat 4 pasien diruang paviliun saraf.
  • Proximity (dekat) : Tempat terjadinya peristiwa tersebut di Surabaya, yang secara geografis dekat dengan Ibu Kota Provinsi Jawa Timur.
  • Human Interest (manusiawi) : Atap yang roboh terdiri dari plafon, genteng, dan baja ringan (galvalum). Kontan para penunggu pasien terkejut karena tidak ada tanda-tanda sebelumnya dan tertimpa reruntuhan atap.
2. Soft News ( Berita Ringan) : Wasiat KH Hasyim untuk Khofifah
  • Timeless (waktu) : Peristiwa ini terjadi pada tanggal 18 Maret 2018.
  • Proximity (dekat) : pada haul pertama KH Hasyim Muzadi di pondok pesantren Al Hikam Malang.
3. Feature : Warung Mbak Yoe, Surganya penggemar rujak
  • Timeless (waktu) : 18 Maret 2018
  • Proximity (dekat) : Jl. Zainal Arifin, bangselok, Kota Sumenep
  • Human Interest (manusiawi) : Waroeng Mbak Yoe menyajikan menu utama rujak dengan berbagai macam pilihan dengan tidak menggunakan penyedap rasa dan garam



Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LIPUTAN BERITA

Assalamualaikum wr wb. Setelah kemarin membahas mengenai ragam bhasa jurnalistik, sekarang kita lanjut ke pembahasan seputar liputan berita, wawancara, dan persiapannya. Liputan berita yaitu dilakukan dengan cara melakukan observasi dan wawancara secara langsung pada peristiwa yang akan di laporkan. Hal ini dapat dilakukan untuk berita yang sudah di duga atau terjadwal. Wawancara atau interview adalah cara menggali informasi melalui percakapan antara wartawan dengan dengan seseorang yang menjadi sumber berita (narasumber). Wawancara tidak dapat dilakukan dengan sembarang orang atau bukan sebagai narasumber. Adapun jenis-jenis wawancara sebagai berikut: Faktual news interview: Wawancara dengan sumber berita yang memiliki otoritas atau mengetahui dengan persis suatu peristiwa atau permasalahan tersebut yang hendak di beritakan. Casual interview: Wawancara yang tidak janjian gerlebih dahulu dengan narasumber. Group interview: Jumpa pers, yaitu ...

Pers?

Pers?   Jurnalisme (jur.nal.is.me /jurnalismê/) berasal dari kata journal yang memiliki arti yaitu catatan sehari-hari. Selain itu, kata jurnalisme biasa disebut dengan “Pers” dan kata Pers sendiri berasal dari kata serapan dalam bahasa inggris yaitu “Press”. Ada beberapa pengertian dari kata Pers itu sendiri: Dalam artian sempit, pers berarti media cetak. Dengan adanya media cetak, penyebaran informasi atau berita dapat berkembang secara pesat. Media cetak ini meliputi surat kabar dan juga majalah. Dalam artian luas, pers yaitu sebuah media massa yang dimana memiliki badan hukum dan juga terbatas hanya media cetak saja, misalnya Laman portal berita daring, Radio maupun televisi. Ketika ada berita, selalu ada pula informasi. Ketika melihat dari dua kata tersebut, pasti kita lihat kalau kata tersebut memiliki arti yang sama. Dan ternyata dua kalimat itu tidak sama artinya meskipun berita ruang lingkupnya mengandung unsur informasi dan tidak semua informasi itu ...

RAGAM BAHASA JURNALISTIK

Assalamualaikum wr wb. Pada pembahasan kali saya akan mengulas sedikit tentang apa yang telah disampaikan oleh bu Artika. Berita tidak sama dengan karya tertulis lain seperti novel atau cerita pendek. Ragam bahasa jurnalistik yaitu: 1. Menaati aturan ejaan yang berlaku (EYD). 2. ‎ Menaati kaidah tata bahasa Indonesia yang berlaku. 3. ‎ Tidak meninggalkan prefiks me- dan prefiks ber- , kecuali judul berita. 4. ‎ Menggunakan kalimat pendek dan lengkap, subjek, predikat, objek (SPO). 5. Menggunakan kalimat logis. Satu kalimat hanya berisi 1 gagasan. 6. ‎ 1 paragraf hanya terdiri dari 2 atau 3 buah kalimat. Kesatuan dan kepaduan antar kalimat harus terpelihara. 7. ‎ Menggunakan bentuk aktif pada kata atau kalimat. Bentuk kalimat pasif hanya digunakan kalau memang perlu. Begitu juga dengan kata sifat yang dibatasi pemakaiannya. 8. ‎ Kata-kata mubazir, seperti adalah, merupakan, dari, daripada, dsb, dibatas penggunaannya. 9. ‎ Kalimat aktif dan pasif tidak dicampuradukkan...