Langsung ke konten utama

Jurnalistik ?

Apa sih Jurnalistik itu ?

Pengertian jurnalistik menurut saya yaitu kegiatan yang menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran.
 
Dari yang saya tau setelah browsing, Jurnalistik adalah pengumpulan bahan berita (peliputan), pelaporan peristiwa (reporting), penulisan berita (writing), penyuntingan naskah berita (editing), dan penyajian atau penyebarluasan berita (publishing/broadcasting) melalui media.

Sedikit pengertian yang saya dengar dari dosen pengampu mata kuliah Jurnalistik bahwa jurnalistik merupakan kegiatan yang dilakukan yang bertujuan untuk mencari informasi dari narasumber se-faktual mungkin.

Sisi negatif dari jurnalistik ?

Jurnalistik juga memiliki dampak negatif , hal negatif yang dirasakan muncul karena impact setelah informasi dan berita itu terkomunikasikan. Di era modernisasi kini publikasi yang lebih cepat dan luas, maka mucul banyak para jurnalis yang nonformal, dalam artian jurnalis yang bebas dalam menulis dan melaporkan berita acara maupun informasi. Karena nilai keakuratan berita yang tertulis oleh jurnalis yang (maaf) kurang ahli dalam bidang ini, maka teori dalam menulis berita kurang di terapkan dalam penulisan berita tersebut, misalkan 5w+1h dalam penulisan berita yang harus diterapkan, jadi dalam penulisan berita oleh para jurnalis yang kurang ahli akan berdampak kurang baik bagi para pembaca berita karena tidak akuratnya penulisan dalam berita dan informasi yang dikomunikasikan kurang jelas.

Sisi Positifnya?

1.    Masyarakat mudah akan mendapatkan informasi maupun berita yang berasal dari negara kita yaitu Indonesia maupun di belahan dunia.

2.    Dalam dunia pendidikan juga memiliki sisi positif, yaitu: dapat memberikan suatu wawasan yang lebih luas diluar pendidikan dan juga jurnalistik dapat mengasah kreatifitas seseorang

3.    Menambah pengetahuan (teknologi dan informasi khususnya)

4.    Efisiensi

5.    Lahan info baik pendidikan, kebudayaan.

6.    Pertukaran info maupun data  
7.  Membantu mencari tugas




Manfaat  ilmu jurnalis bagi seorang guru?
  

Dalam hal menyebarkan pengetahuan, guru tidak hanya bertugas untuk mendidik saja tapi juga memahamkan peserta didiknya, guru yang baik akan selalu berpikir bagaimana cara untuk membuat peserta didiknya lebih paham dan senang pada mata pelajaran yang diajarnya. Disinilah pentingnya jurnalistik untuk guru, karena jurnalistik adalah salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai sarana informasi dan penyampaian ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya agar lebih menarik.

Penyampaian ilmu pengetahuan memang harus menarik, sehingga guru dituntut untuk berpikir kreatif. Kenapa bisa begitu? karena hal tersebut dilihat dari tujuan jurnalistik sendiri yaitu untuk memberikan informasi, dengan pendidikan jurnalistik ini guru dapat memberikan informasi dengan lebih kreatif sehingga peserta didik lebih cepat menerimanya
 


Harapan dalam mempelajari jurnalistik?

Karena saya adalah calon guru, maka harapan terbesar saya dengan mempelajari jurnalistik adalah selektif dan kritis dalam mengikuti arus perkembangan teknologi dan informasi dengan mengambil sisi positifnya untuk diterapkan maupun diberikan kepada anak didik.

Sekian dari saya. Tentunya dalam penulisan ini banyak kurangnya. mohon dimaafkan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh..

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

LIPUTAN BERITA

Assalamualaikum wr wb. Setelah kemarin membahas mengenai ragam bhasa jurnalistik, sekarang kita lanjut ke pembahasan seputar liputan berita, wawancara, dan persiapannya. Liputan berita yaitu dilakukan dengan cara melakukan observasi dan wawancara secara langsung pada peristiwa yang akan di laporkan. Hal ini dapat dilakukan untuk berita yang sudah di duga atau terjadwal. Wawancara atau interview adalah cara menggali informasi melalui percakapan antara wartawan dengan dengan seseorang yang menjadi sumber berita (narasumber). Wawancara tidak dapat dilakukan dengan sembarang orang atau bukan sebagai narasumber. Adapun jenis-jenis wawancara sebagai berikut: Faktual news interview: Wawancara dengan sumber berita yang memiliki otoritas atau mengetahui dengan persis suatu peristiwa atau permasalahan tersebut yang hendak di beritakan. Casual interview: Wawancara yang tidak janjian gerlebih dahulu dengan narasumber. Group interview: Jumpa pers, yaitu ...

Pers?

Pers?   Jurnalisme (jur.nal.is.me /jurnalismê/) berasal dari kata journal yang memiliki arti yaitu catatan sehari-hari. Selain itu, kata jurnalisme biasa disebut dengan “Pers” dan kata Pers sendiri berasal dari kata serapan dalam bahasa inggris yaitu “Press”. Ada beberapa pengertian dari kata Pers itu sendiri: Dalam artian sempit, pers berarti media cetak. Dengan adanya media cetak, penyebaran informasi atau berita dapat berkembang secara pesat. Media cetak ini meliputi surat kabar dan juga majalah. Dalam artian luas, pers yaitu sebuah media massa yang dimana memiliki badan hukum dan juga terbatas hanya media cetak saja, misalnya Laman portal berita daring, Radio maupun televisi. Ketika ada berita, selalu ada pula informasi. Ketika melihat dari dua kata tersebut, pasti kita lihat kalau kata tersebut memiliki arti yang sama. Dan ternyata dua kalimat itu tidak sama artinya meskipun berita ruang lingkupnya mengandung unsur informasi dan tidak semua informasi itu ...

RAGAM BAHASA JURNALISTIK

Assalamualaikum wr wb. Pada pembahasan kali saya akan mengulas sedikit tentang apa yang telah disampaikan oleh bu Artika. Berita tidak sama dengan karya tertulis lain seperti novel atau cerita pendek. Ragam bahasa jurnalistik yaitu: 1. Menaati aturan ejaan yang berlaku (EYD). 2. ‎ Menaati kaidah tata bahasa Indonesia yang berlaku. 3. ‎ Tidak meninggalkan prefiks me- dan prefiks ber- , kecuali judul berita. 4. ‎ Menggunakan kalimat pendek dan lengkap, subjek, predikat, objek (SPO). 5. Menggunakan kalimat logis. Satu kalimat hanya berisi 1 gagasan. 6. ‎ 1 paragraf hanya terdiri dari 2 atau 3 buah kalimat. Kesatuan dan kepaduan antar kalimat harus terpelihara. 7. ‎ Menggunakan bentuk aktif pada kata atau kalimat. Bentuk kalimat pasif hanya digunakan kalau memang perlu. Begitu juga dengan kata sifat yang dibatasi pemakaiannya. 8. ‎ Kata-kata mubazir, seperti adalah, merupakan, dari, daripada, dsb, dibatas penggunaannya. 9. ‎ Kalimat aktif dan pasif tidak dicampuradukkan...